Ukhti Arina Dan Gang Motor By Deusx

 

Ukhti Arina Dan Gang Motor 


Sinopsis :

Arina, seorang mahasiswi berusia 21 tahun, sedang berada di titik balik kehidupannya. Dahulu, hari-harinya diisi dengan gaya hidup remaja pada umumnya: berpacaran sejak SMA hingga semester dua kuliah, serta mengenakan pakaian yang mengikuti tren namun ketat. Namun, sebuah kegagalan hubungan di masa lalu menyadarkannya bahwa ada kekosongan yang tidak bisa diisi oleh kesenangan duniawi semata.

Ia memutuskan untuk berhijrah. Perubahan itu tidak instan; dimulai dari mengganti celana jeans ketat dengan gamis longgar, hingga akhirnya ia memantapkan hati untuk mengenakan cadar demi menjaga kehormatannya. Meskipun awalnya orang tua Arina merasa khawatir dan takut ia terpapar aliran ekstrem, penjelasan yang lembut akhirnya membuat mereka luluh dan memberikan dukungan penuh.

Arina menemukan kedamaian dalam kajian-kajian agama yang dipimpin oleh Ustadzah Rahma. Baginya, sang Ustadzah adalah sosok inspiratif yang tutur katanya meneduhkan. Dalam sebuah kajian, Ustadzah Rahma menekankan pentingnya menjauhi hubungan yang tidak sah dan memperkenalkan konsep taaruf sebagai jalan yang lebih mulia dan terjaga. Meskipun ada seorang pemuda bernama Aldy yang mulai menarik perhatiannya melalui proses pengajuan biodata (CV) taaruf, Arina memilih untuk tetap teguh pada pendiriannya: ia ingin menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu sebelum melangkah ke pelaminan.

Suatu malam, tepat pukul 21.20, kajian rutin tersebut berakhir. Suasana kota kecil itu sudah mulai lengang saat Arina berjalan menuju tempat parkir. Di sana, ia bertemu dengan Aida, seorang teman pengajian yang terlihat panik. Aida memohon bantuan Arina untuk mengantarnya pulang ke arah timur kota karena suaminya yang biasanya menjemput tiba-tiba mendapatkan panggilan tugas mendadak.

Arina sempat ragu. Rumah Aida searah dengan jalur yang jarang ia lewati, apalagi hari sudah malam dan awan hitam mulai menyelimuti langit. Namun, rasa empati dan semangat untuk menolong sesama muslimah mengalahkan keraguannya. Dengan hanya satu helm yang tersedia, mereka akhirnya berangkat membelah malam.

Sepanjang perjalanan, angin berhembus kencang dan suara guntur sesekali menyambar. Aida terus bercerita tentang kehidupannya, sementara Arina fokus mengemudikan motor matic hitamnya, berharap hujan tidak turun sebelum tugasnya mengantar teman selesai. Namun, setelah 30 menit berkendara, Arina mulai merasa asing dengan jalanan yang mereka lalui. Lingkungan di sekitarnya semakin sepi dan mencekam.

Kejadian berikutnya berlangsung begitu cepat dan membingungkan bagi Arina. Kesadarannya seolah terputus hingga ia mendapati dirinya berada di dalam sebuah bangunan tua yang terbengkalai dalam kondisi mata tertutup. Bau rokok dan udara lembap menusuk indra penciumannya. Ketika kain penutup matanya dibuka, Arina tersentak melihat kenyataan pahit di depannya.

Ia tidak lagi berada di jalan raya, melainkan dikelilingi oleh belasan pria dengan penampilan yang sangat mengintimidasi. Mereka adalah anggota gang motor dengan tato bertuliskan "Anarchist Always" yang menghiasi tubuh mereka. Dinding bangunan tersebut penuh dengan coretan kotor, menambah kesan liar dan tidak berperikemanusiaan di tempat itu.

Arina yang sudah basah kuyup karena hujan hanya bisa menggigil ketakutan. Para pria itu mulai melakukan tindakan semena-mena. Tas milik Arina dirampas dengan paksa, isinya digeledah tanpa izin. Dompet, ponsel, hingga catatan kajian pribadinya dikeluarkan dan dijadikan bahan ejekan. Mereka menghina kehormatan Arina dengan kata-kata yang menyakitkan, seolah-olah prinsip hidup yang selama ini ia jaga tidak ada artinya di mata mereka.

Puncak dari situasi mengerikan itu adalah tekanan fisik dan mental yang luar biasa. Seorang pria berbadan kekar berkali-kali menampar Arina karena ia enggan memberikan kata sandi ponselnya. Arina mencoba bertahan, bukan karena ponsel itu berharga, tetapi karena di dalamnya terdapat data pribadi dan foto-fotonya saat tidak mengenakan hijab yang ia takutkan akan disalahgunakan.

Ancaman semakin nyata ketika pria tersebut mengeluarkan pisau lipat dan mengarahkannya ke leher Arina. Di bawah tekanan luar biasa, Arina terpaksa melepas cadarnya, memperlihatkan wajah yang selama ini ia sembunyikan demi ketaatannya. Para anggota gang tersebut terus melontarkan komentar merendahkan atas kecantikan yang ia miliki.

Kejahatan mereka tidak berhenti di situ. Dengan cara yang sangat kasar, mereka memaksa Arina meminum minuman keras. Meski ia berontak dan menyatakan bahwa itu adalah sesuatu yang haram dalam keyakinannya, mereka tidak peduli. Arina diancam dengan penyebaran konten asusila jika tidak menurut. Dengan air mata yang terus mengalir, ia terpaksa menelan cairan pahit tersebut yang seketika membuat tenggorokannya terasa tercekat.

Arina merasa dunianya runtuh. Ia yang selama ini berusaha menjaga diri dari segala bentuk maksiat, kini dipaksa berada dalam situasi yang sangat jauh dari nilai-nilai keshalihan. Ia dipaksa melakukan posisi yang mempermalukan dirinya sendiri di hadapan belasan pria yang sedang mabuk dan menonton konten tidak senonoh.

Beberapa saat kemudian, efek dari minuman tersebut mulai bekerja. Arina merasakan pening yang luar biasa, pandangannya mengabur, dan dunia di sekitarnya seolah berputar. Di tengah kesadaran yang mulai menipis dan rasa takut yang mendalam, Arina hanya bisa meratap dalam hati atas nasib malang yang menimpanya malam itu. Perjalanannya untuk berbuat baik malam itu berujung pada ujian yang begitu berat bagi iman dan kehormatannya.

Bagaimana menurut Anda kelanjutan nasib Arina? Apakah ia akan mendapatkan pertolongan?

Status :

Author :

Genre :

File :
PDF

Total Part :
11

~∙-∙~


Full Story :
soon

Part 01 : Link PDF

Part 02 : Link PDF

Part 03 : Link PDF

Part 04 : Link PDF

Part 05 : Link PDF

Part 06 : Link PDF

Part 07 : Link PDF

Part 08 : Link PDF

Part 09 : Link PDF

Part 10 : Link PDF

Part 11 : Link PDF


Yang request cerita eksklusif (berbayar) atau cerita yang lainnya, silahkan kirim di kolom komentar ya!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar